Minggu, 13 September 2015

Kenalan dengan Ubuntu - part 2

Berkenalan dengan Linux Ubuntu, Yuk!!!

[Bagian 2: Fitur Keamanan]




Hai sobat, ketemu lagi nih di episode Linux Ubuntu. Kali ini saya akan mengulas fitur-fitur yang ada di Linux, khususnya Ubuntu tercinta. Yuk sini...

Mengapa fitur keamanan menjadi sorotan pertama postingan ini? Nah, semua OS pastinya mengedepankan fitur keamanan toh, bahkan untuk kepentingan transaksi ataupun pembuatan server pasti juga satu kata ini pasti sangat dibutuhkan. Oke begini,,,


Dalam Linux, secara default, para pengguna Linux selama bekerja di dalam desktopnya, selalu diberi akses yang serendah-rendahnya alias Client. Si Client ini tidak bisa mengubah atau menambah konfigurasi di lingkungan yang rawan kecelakaan di lingkungan OS dan suatu usernya tanpa persetujuan atasannya.

Untuk dapat mengubah konfigurasi tersebut, si Client ini harus masuk ke mode sannin atasannya, yaitu root. User ROOT ini, memiliki hak penuh untuk mengotak-atik konfigurasi file OS. Di Ubuntu, ada fitur untuk Client jika ingin mengubah dirinya menjadi power ranger user root, yaitu sudo, merupakan kependekan dari Super-User DO.

Hal ini berbeda dengan mesin-mesin Windows. Saat anda pertama kali menginstall OS Windows, si user secara defaultnya merupakan system ADMINISTRATOR (setara user root pada linux). Jadi tidak heran kalau malware-malware (kasarannya si Virus) selalu bertebaran di Windows menggunakan fitur Administrator ini tanpa sepengetahuan kita.

Perlu Antivirus?



Di dunia Linux, MINIM sekali dibicarakan mengenai virus. Sebagai OS OpenSource, code-code yang digunakan pada mesin Linux sangat bervariasi, sehingga antara Distro satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda, hal inilah yang membuat “si pembuat virus” kualahan. Oleh karena itu, tidak banyak ditemui dalam forum-forum Linux bahwa mesinnya perlu diinstall antivirus (pengecualian untuk PC Server, yang memiliki sistem tersendiri dalam hal keamanan). Karena bersifat “change-able” untuk mengubah source code tiap distro, maka yang sering ditemui dalam seluruh dunia Linux, adalah BUG program.

Selain itu, banyak sekali virus-virus yang beredar di dunia maya yang beredar dapat ditebak dengan ekstensi filenya. Kebanyakan virus menggunakan ekstensi exe, yang secara default merupakan ekstensi yang lumrah berada di Windows. Untuk menjalankan ekstensi ini di mesin Linux, diperlukan program khusus seperti layaknya emulator, WINE. Sehingga kemungkinan penyebaran virus exe sangatlah minim di mesin Linux, meskipun kita salah klik di internet ketika mau mendownload suatu program dan sudah tersimpan di hardisk.

Namun, meskipun di Linux tidak terinstall aplikasi antivirus, kita mesti waspada dalam berinternet, minimal jangan ngasal klik link, di lihat dulu, link popup di bagian bawah browser sobat, kita mau dialihkan kemana. Karena banyak sekali modus-modus di internet yang memanfaatkan klik sebagai spamming dan keuntungan pribadi belaka.

Oke sampai disini dulu postingan kali ini. Terima kasih sudah mampir. Sampai jumpa di postingan bagian selanjutnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar